Ke-9 Poin Suara Anak Nasional tersebut dibacakan bersama oleh sejumlah delegasi dari provinsi di Indonesia dihadapan perwakilan Menteri PMK RI, Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi serta tamu undangan lainya. Sembilan Poin suara anak Indonesia tersebut, diantaranya adalah:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) adalah organisasi penggiat perlindungan anak yang kelembagaannya disahkan oleh Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI serta kepengurusannya diresmikan oleh Surat Keputusan Menteri Sosial RI. Sebagai lembaga independen yang aktif menjalankan kegiatan pemenuhan hak dan kepentingan terbaik anak sejak tahun 1998, LPAI memiliki kantor-kantor Lembaga Perlinduangan Anak (LPA) daerah yang tersebar di provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. LPAI dipimpin oleh Ketua Umum Prof.Dr. Seto Mulyadi dan Sekretaris Umum Ir. Titik Suhariyati.
2. Mengingat banyak sekali permasalahan, baik sosial, kesehatan, dan hukum yang berkaitan dengan anak. Banyak sekali anak yang menjadi korban kekerasan, pelecehan seksual, pengguna narkotika dan zat adiktif, gizi buruk, dan lain sebagainya. Begitu beragam masalah-msalah yang berkaitan dengan anak yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini, perlu menjadi perhatian khusus dari kita semua. Mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintah kita harus mampu memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak anak yang maskimal, tanpa membedakan antara satu anak dengan anak yang lainnya, dikarenakan anak merupakan tonggak pembangunan generasi penerus bangsa, maka keberadaannya patut kita hargai dan dijaga.
3. Kongres Anak Indonesia (KAI) merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia setiap tahun. Akan tetapi, dikarenakan masalah Pandemic Covid-19, sehingga beberapa tahun terakhir ini Kongres Anak Indonesia tidak dapat diselenggarakan.
4.Dalam rangka mewujudkan hak partisipasi anak dan mendukung anak untuk dapat menyampaikan gagasan dan opini dihadapan pemangku kebijakan (pemerintah), Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyelenggarakan Kongres Anak Indonesia (KAI)Tahun 2022 dengan tema kegiatan “Anak Sehat dan Berdaya, Indonesia Kuat”.
5.Kongres Anak Indonesia tahun 2022 ini diselenggarakan secara Hybrid (Daring dan Luring), dengan jumiah peserta 248 Anak (Daring/Online), dan 26 Anak (Luring/Daring). Terdapat 274 Anak, peserta kongres dari 26 Provinsi. Peserta Daring (ofline) dihadirkan dari Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten.
6. Dalam penyelenggaraan Kongres Anak Indonesia juga dibarengi dengan kegiatan seminar nasional dengan beberapa narasumber dari beberapa kementerian, yaitu:
1. KEMENKO PMK RI
2. KEMEN KOMINFO RI
3. KEMENKES RI
4. KEMEN PPPA RI
5. KEMENSOS RI
6. THE UNION TC ASIA PASIFIC
7. Peserta Kongres Anak Indonesia mewakili lima klaster hak anak, yaitu:
1. Hak Sipil dan Kebebasan;
2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternative;
3. Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga;
4. Pendidikan, Waktu Luang dan Aktifitas Kebudayaan;
5. Perlindungan Hukum
Penulis | : Michael |
Editor | : Michael |
Sumber | : Special Report |
Halaman : 1 2 Selanjutnya