Dedikasi semacam ini seharusnya menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia jurnalistik. Menjadi jurnalis bukan hanya soal terkenal atau berada di layar kaca, tetapi tentang tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang benar dan akurat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepergian Sahril Helmi seharusnya tidak hanya menjadi momen duka, tetapi juga refleksi tentang pentingnya melindungi jurnalis dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi di dalamnya.
Kasus-kasus yang menimpa jurnalis seperti Sahril Helmi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat.
Perlindungan terhadap jurnalis tidak hanya sebatas regulasi, namun juga dukungan nyata dalam memastikan keselamatan mereka di lapangan, Sebab ketika jurnalis tidak lagi merasa aman, maka informasi yang kita terima juga bisa terancam.
Mengenang Sahril Helmi bukan hanya mengingat sosoknya sebagai jurnalis yang melestarikan, tetapi juga tentang bagaimana kita sebagai masyarakat menghargai profesi jurnalisme itu sendiri.
Kepergiannya harus menjadi pemicu untuk memperkuat perlindungan terhadap pekerja media agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Penulis | : Wahyu Muhlis |
Editor | : Delvi |
Sumber | : |
Halaman : 1 2