DETIKINDONESIA.CO.ID, Ambon – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tidak dalam keadaan ideal setelah ia dilantik menjadi gubernur.
Saat membuka Sidang Klasis Kairatu pada Minggu (30/3/2025) di Nurue, Kabupaten Seram Bagian Barat, Lewerissa menceritakan bahwa ketika pertama kali menjabat, kas daerah (Kasda) hanya tersisa Rp4 miliar.
“Saya bersama Bapak Abdullah Vanat menerima pemerintahan dalam situasi yang tidak ideal. Bahkan, saya tidak bisa tidur selama lima hari lima malam setelah pertama kali datang ke Kantor Gubernur. Ketika saya bertanya kepada bagian keuangan tentang sisa Kasda, jawabannya sangat mengejutkan, hanya Rp4 miliar, padahal provinsi ini begitu besar,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun menghadapi tantangan yang berat, Lewerissa menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Gubernur Abdullah Vanat tidak akan mundur.
“Ini adalah tanggung jawab kami. Sebagai pemimpin daerah, kami percaya bahwa Maluku bisa dibangun menjadi lebih baik. Saya yakin seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait akan secara bertahap menyatukan visi dan bekerja bersama demi kemajuan Maluku,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Gereja Protestan Maluku (GPM) atas dukungan dan doa yang diberikan untuk kepemimpinannya.
“Saya berterima kasih kepada GPM yang telah mendukung dan mendoakan saya. Saya berharap pihak gereja terus membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi dengan seluruh pemimpin daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Penulis | : TIM |
Editor | : BIM |
Sumber | : TRIBUN MALUKU |