Tradisi Lebaran Betawi Antar Kampung dimulai sejak hari pertama Idul Fitri, dengan keluarga inti mengunjungi orang tua atau mertua.
Selanjutnya, pada hari kedua hingga hari ketujuh, masyarakat mengikuti jadwal yang sudah ditentukan untuk mengunjungi kampung-kampung tetangga dan kerabat, seperti Kampung Tanah Koja, Pondok Sambi, hingga Kampung Cantiga dan Cipondoh di Tangerang.
Jadwal yang telah diatur secara sistematis ini memastikan bahwa setiap keluarga dapat mengunjungi dan dijenguk oleh saudara mereka tanpa ada yang terlewat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebaran Betawi Antar Kampung di Duri Kosambi juga diwarnai dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan, di mana setiap kampung yang dikunjungi akan menyambut kedatangan tamu dengan penuh kehangatan.
Meskipun jadwal kunjungan sudah terorganisir dengan baik, tradisi ini tetap mengedepankan rasa hormat dan kewajiban untuk mematuhi waktu yang telah ditentukan. “Kami harus siap menerima tamu sesuai jadwal, begitu juga jika kami menjadi tamu, meskipun harus berkunjung hingga malam hari,” ujar Fachry.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah, diharapkan tradisi Lebaran Betawi Antar Kampung dapat terus berkembang dan ter-lestarikan sebagai salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai sosial dan kekerabatan. (Red)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Penulis | : |
Editor | : |
Sumber | : |
Halaman : 1 2