LaNyalla Dorong Diaspora RI di Canberra Jaga Persatuan dan Kedaulatan Bangsa

Kamis, 27 April 2023 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIKINDONESIA.CO.ID, CANBERRA – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menggugah komunitas Diaspora Indonesia di Australia untuk meningkatkan kewaspadaan demi mencegah perpecahan bangsa.

“Saat ini kondisi dunia semakin memprihatinkan. Perang fisik dan ketegangan antarnegara semakin memuncak; proxy wars pun semakin menggerus energi, potensi, dan keamanan negara, sehingga apabila kita lalai, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi negara gagal, bahkan tercerai-berai,” ujar LaNyalla ketika menyampaikan pesan-pesannya kepada puluhan professional Indonesia yang bertatap muka dengannya di KBRI Canberra, Kamis (27/4/2023).

Oleh karena itu, kata LaNyalla, manuver apa pun yang mengganggu kedaulatan, integritas wilayah NKRI, serta persatuan bangsa harus dicegah dan dilawan sekuat tenaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini perlu saya tekankan, karena di Australia dan negara-negara lainnya di Pasifik Selatan masih ada pihak yang mendukung gerakan-gerakan separatis di Indonesia, termasuk di Papua. Mereka bahkan berkampanye di Eropa mencari dukungan,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Ziarah ke Makam Pahlawan, LaNyalla Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pangeran Diponegoro

Untuk menjaga keutuhan bangsa, jelas LaNyalla, maka semua bentuk ketidakadilan di dalam negeri sendiri harus kita singkirkan, khususnya yang menyangkut ketidakadilan di bidang politik dan ekonomi. Ketidakadilan merupakan bom waktu yang dapat merobek persatuan bangsa.

Senator Jawa Timur ini juga katakan, salah satu penyebab terjadinya ketidakadilan adalah cengkraman kuat oligarki politik dan oligarki ekonomi.

“Segelintir manusia menguasai sebagian besar kekayaan negeri kita, sehingga mayoritas penduduk tidak berkesempatan menikmati manfaat terbesar dari kekayaan sumber daya alam di negeri sendiri. Negerinya sangat kaya tetapi banyak rakyatnya masih miskin,” tandasnya.

Celakanya, oligarki ekonomi menjalin mutualisme dengan oligarki politik yang ikut mendapat manfaat dari penguasaan sumber daya alam secara tidak adil itu.

“Salah satu faktor pemicunya adalah amandemen Konstitusi 1999 sampai 2002 yang telah mengubah sebagian besar konstitusi kita, sehingga yang kita miliki sekarang bukan lagi UUD 1945 melainkan UUD 2002,” ujar LaNyalla.

Baca Juga :  Ketua DPD Mangaku tak Masalah ISTANA Tolak Zakat untuk MBG Karena Hanya Usulan

“Konsekuensinya, semua undang-undang yang dicetuskan sejak 2002 diarahkan untuk memenuhi kepentingan oligarki politik dan oligarki ekonomi,” imbuhnya.

Inilah sebabnya, katanya, dalam berbagai kesempatan ia selalu menyerukan untuk kembali ke sistem bernegara asli Indonesia yang dirumuskan para pendiri bangsa. Yang termaktub di Naskah Asli UUD 1945.

“Kita harus kembali. Kita sempurnakan dan perkuat yang kurang. Tetapi secara prinsip sistem tersebut menempatkan rakyat di lembaga tertinggi, di atas presiden. Sehingga kedaulatan bukan di tangan ketua partai dan presiden, ucapnya.

Di bidang politik, tegas LaNyalla, yang dibutuhkan adalah Demokrasi Pancasila, bukan Demokrasi Liberal seperti sekarang.

“Di bidang ekonomi, yang kita butuhkan adalah sistem ekonomi dimana negara berdaulat sesuai Pasal 33 UUD 1945 asli dan penjelasannya, sehingga kekayaan Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bukan ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir orang. Di bidang hukum, yang kita butuhkan adalah rasa keadilan, bukan hanya kepastian hukum di mata penegak hukum,” tukas dia.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Siap Bentuk Pansus Judi Online

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua DPD RI didampingi oleh Senator Bustami Zainudin (Lampung), Ria Mayangsari dan M. Syukur (Jambi), Amaliah dan Jialyka Maharani (Sumatera Selatan), Bambang Sutrisno (Jawa Tengah), Hilmy Muhammad (Yogyakarta), serta Ahmad Nawardi dan Adilla Azis (Jawa Timur).

Pada pertemuan di KBRI itu hadir di antaranya Deputy Chief of Mission Sjarief Alatas, Atase Pertahanan dan staf lokal kedutaan serta tokoh-tokoh masyarakat Indonesia dan perwakilan KAHMI, PPIA, PPLN, serta mahasiswa-mahasiswa program S-2 dan S-3 asal Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Tim
Editor : Mufik
Sumber :

Berita Terkait

Ribuan Umat Muslim Laksanakan Salat Idul Fitri 1446 H di Jatinegara
IKA Trisakti Matangkan Pemilihan Ketum 2025-2028, Usung Musyawarah Mufakat
Tinjau Pos Pelayanan Mudik di Terminal Pulogebang, Kapolri Imbau Pemudik Jaga Keselamatan
Jan Maringka : Kehadiran UU TNI Wujudkan Single Prosecution System dalam Sistim Peradilan Pidana
Pahlevi Pangerang Ajak Musyawarah Mufakat di RUA IKA Trisakti: Perkuat Soliditas Alumni Menuju Indonesia Emas 2045
Torang Matuari Bentuk Badan Hukum untuk Dukung Pemberian Masukan kepada Pemerintah Pusat dan Daerah
Rumah Zakat Distribusikan Zakat Fitrah Serentak di 29 Kota pada Hari Zakat Nasional 2025
Harison Mocodompis: Transformasi Sertifikat Tanah Elektronik untuk Perlindungan Hak Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 31 Maret 2025 - 22:57 WIB

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Ucapkan Selamat Idulfitri 1446 H, Ajak Warga Bersatu

Sabtu, 29 Maret 2025 - 14:34 WIB

Kebakaran Hebat di Kota Baru Ternate, Empat Rumah Warga Hangus

Sabtu, 29 Maret 2025 - 14:32 WIB

Frans Manery Titip Pesan ke Piet-Kasman: Lanjutkan Pembangunan Halmahera Utara

Sabtu, 29 Maret 2025 - 13:44 WIB

Sherly Laos Pastikan Anggaran Maluku Utara Digunakan untuk Kesejahteraan ASN

Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:18 WIB

Jelang Idul Fitri, PT Wanatiara persada Salurkan 2 Ton Sembako Di 8 Desa Lingkar Tambang 

Sabtu, 29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Sambut Idul Fitri, PT Wanatiara Persada Bagi-Bagi THR dan Sembako ke 1.017 Karyawan dan Warga

Jumat, 28 Maret 2025 - 13:47 WIB

Bupati Halut Pastikan Pembayaran Utang BPJS Segera Dituntaskan

Jumat, 28 Maret 2025 - 09:04 WIB

Kepala Desa Waigoiyofa Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Kepulauan Sula

Berita Terbaru