LaNyalla: Kembali Ke Pancasila Untuk Pertahankan Keberagaman

Senin, 14 Februari 2022 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LaNyalla pun mengajak para tokoh untuk berpikir sebagai seorang negarawan. Berpikir untuk nasib anak cucu kita. Sebab, anak cucu dan generasi bangsa tidak bisa diselamatkan dengan Subsidi atau Bantuan Sosial dari negara. Tetapi harus kita selamatkan dengan Ideologi yang kuat.

“Para pendiri bangsa ini sangat menyadari dan memahami bahwa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, ras dan golongan. Sehingga para pendiri bangsa menyepakati bahwa mereka semua harus terwakili dalam satu wadah besar yang utuh di dalam negara,” ujarnya.

Untuk itulah para pendiri bangsa memutuskan Pancasila sebagai sebuah wadah yang utuh. Sebab, Pancasila menempatkan Ketuhanan, Kemanusian, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan Sosial sebagai falsafah bangsa.

“Dan Pancasila itulah yang kemudian menjadi sistem tata negara dan sistem ekonomi nasional Indonesia, yaitu Demokrasi dan Ekonomi Pancasila. Sebuah sistem yang paling sesuai dengan watak dan DNA asli bangsa Indonesia,” katanya.

LaNyalla mengatakan nilai-nilai Pancasila sudah ada jauh sebelum Indonesia lahir. Bahkan telah menjadi nafas kehidupan masyarakat.

“Karena mereka adalah masyarakat yang bertuhan, masyarakat yang memanusiakan manusia, masyarakat yang mudah bersatu, masyarakat yang memiliki tradisi musyawarah dan masyarakat yang memiliki jiwa gotong royong dan kekeluargaan untuk saling berbagi,” urainya.

Itulah juga yang membuat Bung Karno mengatakan bahwa bukan dia yang menciptakan Pancasila. Tetapi Pancasila sudah ada sejak sebelum masa penjajahan Belanda. Sehingga Pancasila adalah urat nadi dan denyut nafas bangsa Nusantara.

Baca Juga :  Buka Mukernas, LaNyalla Ajak Wahdah Islamiyah Perjuangkan Pancasila Sebagai Falsafah Dasar Negara Seutuhnya

“Dan Sistem Demokrasi Pancasila telah dirancang melalui mekanisme yang paling sesuai dengan watak dasar bangsa ini. Yaitu adanya Lembaga Kedaulatan Rakyat yang mewakili semua kebhinekaan yang ada,” katanya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini menegaskan, sebelum Amandemen tahun 1999 hingga 2002 yang lalu, MPR adalah Lembaga Tertinggi Negara, yang menjadi wadah kedaulatan tertinggi pemilik negara ini, yaitu wadah untuk Semua Rakyat atau Semua Elemen Bangsa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Penulis : Tim
Editor : Harris
Sumber :

Berita Terkait

Walikota Memberi Jawaban Atas Pembuatan Raperda Laporan Pertanggungjawban Pelaksanaan APBD Kota Tidore
Temui Ketua Komisi II DPR RI, Eki Pitung beri Rekomendasi Perubahan UU 29 Tahun 2007
Dukung UUD 45 Naskah Asli, Eki Pitung Berikan Peci Merah pada LaNyalla
Fachrul Razi Kembali Terpilih Sebagai Ketua Komite I DPD RI Tahun 2023-2024
Silaturahmi Raja dan Sultan, Tuntut MPR Kembali Sebagai Lembaga Tertinggi Negara
Tingkatkan Semangat Petani Sula, Alien Mus: Saya Sudah Berjumpa Dengan Investor
Resmi Mendaftar di KPU Kepsul, Gerindra Target Panen Kursi Pemilu 2024
Bantu Kesulitan Warga, Safrin Gailea Bagikan Beras di Bulan Ramadan

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:56 WIB

Istri Arief Rosyid Komandan TKN Prabowo-Gibran Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga

Selasa, 13 Februari 2024 - 12:10 WIB

Erick Thohir Sebut Harga Beras Melonjak Karena Situasi Geopolitik Dunia

Minggu, 1 Oktober 2023 - 08:33 WIB

Alumni Trisakti Apresiasi Akan Beroperasinya Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Berita Terbaru

Grafik Pasar Tambang Nikel Dunia (CNBC)

Artikel

Indonesia Dominasi Pasar Tambang Nikel Terbesar Di Dunia

Kamis, 3 Apr 2025 - 07:43 WIB

Keramaian pengunjung pembeli bakso di jalan lintas tengah sumatra. (Detik Indonesia Reporter RRI/Palas).

Nasional

Pemudik Bantu Tingkatkan Penjualan UMKM Kuliner di Way Kanan

Kamis, 3 Apr 2025 - 07:30 WIB