“Pengadilan Negeri Manokwari ini memiliki wilayah hukum lima kabupaten, yakni Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni.”
“Empat kabupaten lainnya belum memiliki pengadilan, sehingga perkara yang ada di empat kabupaten tersebut masuk ke Pengadilan Negeri Manokwari,” ujar Helmin.
Ia juga mengakui bahwa pengadilan di Teluk Bintuni beroperasi dalam sistem pelat, di mana gedungnya telah disediakan oleh pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sistem ini, hakim akan diutus ke Teluk Bintuni sesuai dengan anggaran yang telah dijadwalkan untuk menggelar sidang setiap tiga bulan.
Mengenai pengusulan pembentukan Pengadilan Negeri, Helmin menjelaskan bahwa terdapat mekanisme yang harus dilalui.
Pihaknya akan menyurat ke Pengadilan Tinggi dan mengusulkan ke Mahkamah Agung, sehingga pembentukan Pengadilan Negeri Bintuni tidak serta-merta dapat dilakukan.
“Jadi, Pengadilan Negeri Bintuni tidak serta-merta berdiri,” tegas Helmin. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Penulis | : TIM |
Editor | : BIM |
Sumber | : TRIBUN PAPUA |
Halaman : 1 2