Setiap muslim yang menunaikan zakat fitrah wajib mengeluarkan setara dengan 2,7 kg beras atau senilai uang sesuai harga beras di wilayah masing-masing. Angka ini terlihat kecil, namun bila dihimpun secara optimal, memiliki dampak ekonomi yang besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zakat fitrah tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga secara ekonomi makro. Dari sisi masyarakat berpenghasilan rendah, zakat fitrah memberikan bantuan langsung untuk melewati masa-masa sulit dan menjaga daya beli mereka menjelang Idulfitri.
Dari sisi makro ekonomi, zakat fitrah turut membantu menekan angka inflasi melalui distribusi kekayaan dari kelompok masyarakat yang mampu kepada mereka yang kurang mampu. Dengan demikian, zakat fitrah juga berperan dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi bangsa.
Agar zakat fitrah benar-benar menjadi solusi dan manfaatnya dirasakan secara merata, diperlukan sinergi lintas sektor, antara pemerintah, LAZ, dan masjid serta komunitas lokal. Pemerintah memberikan akses data kemiskinan, khususnya untuk kategori miskin ekstrem. LAZ seperti Rumah Zakat, mendistribusikan bantuan secara tepat sasaran dan menjangkau wilayah-wilayah minus.Kemudian masjid serta komunitas lokal tidak hanya menyalurkan zakat di sekitar lingkungan masjid, tetapi juga dapat bekerja sama dengan LAZ untuk menjangkau daerah yang lebih luas.
Masyarakat yang ingin mengetahui lebih dalam seputar zakat fitrah, cara pembayarannya, hingga bagaimana zakat dikelola dan disalurkan oleh Rumah Zakat, dapat langsung mengakses website rumahzakat.org/zakat. Mari bersama #BikinBahagia Sesama di bulan Ramadan ini. Karena dengan zakat, masyarakat kuat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Penulis | : TIM |
Editor | : BIM |
Sumber | : |
Halaman : 1 2