“Di Kanada, 1940-an sampai 1950-an, penjajah memaksa anak-anak sekolah di asrama makan makanan yang penuh zat kimia. Mereka bilang itu makanan sehat, tapi itu membuat anak-anak gizi buruk, lemah, sakit dan banyak mati,” jelasnya melalui telepon selulernya, kepada Tribun-Papua.com, Senin, (17/02/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kata Yeimo, selama perang Iran-Irak, ada laporan pasokan susu bubuk yg diberikan kepada anak-anak sekolah di Irak dan mereka telah terkontaminasi dengan zat beracun. Akibatnya, ribuan anak mengalami keracunan massal, banyak yang meninggal atau mengalami gangguan kesehatan permanen.
“Di Afrika Selatan 1980-an, di bawah rezim apartheid, anak-anak sekolah kulit hitam diberi makanan yang telah dicampur dengan zat kontrasepsi dan bahan kimia lain, melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka,” ujarnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari DETIKIndonesia.co.id. Mari bergabung di Channel Telegram "DETIKIndonesia.co.id", caranya klik link https://t.me/detikindonesia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Penulis | : |
Editor | : |
Sumber | : |
Halaman : 1 2