Diskusi ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga akademisi, politisi, aktivis, dan jurnalis. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil dapat lebih responsif terhadap kebutuhan serta harapan masyarakat Halmahera Selatan.
“Melalui acara ini, kita ingin membangun budaya demokrasi yang sehat, di mana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran secara konstruktif. Dengan begitu, 100 hari kerja Basam-Helmi bisa menjadi momentum awal untuk membangun daerah yang lebih baik,” tambah Rizaldi.
Acara ini diharapkan menjadi ruang evaluasi bagi pemerintah sekaligus ajang bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawal kebijakan yang dijalankan demi kesejahteraan bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis | : TIM |
Editor | : BIM |
Sumber | : MAKIANOPOST |
Halaman : 1 2